PERIHAL POLEMIK PERPANJANGAN MASA JABATAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN : INI KATA YOHANES OCI SELAKU AKADEMISI.

IMG-20220323-WA0140.jpg

Manggarai. Klikozone. Com. Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengonfirmasi perihal Partai PDIP menarik diri dari dukungan terhadap Amandemen Undang-Undang Dasar 1945.

Sebagaimana dimuat oleh media KompasTV tanggal 23 Maret 2022, Ahmad Basarah menjelaskan bahwa partai PDIP beralasan bahwa penarikan dukungan itu diakibatkan karena rencana amandemen itu sudah melenceng dari ketentuan awal karena sebelumnya amandemen itu untuk menghadirkan GBHN atau Pokok-Pokok Haluan Negara tapi muncul belakangan ada agenda lain yaitu untuk memperpanjang masa jabatan presiden sehingga PDIP menarik diri dari dukungan untuk amandemen UUD 1945.

“PDIP telah menarik diri secara terbatas untuk menghadirkan PPHN tidak dilaksanakan pada periode ini,” tegas Ahmad Basarah selaku Wakil Ketua Majelis MPR RI yang dilansir dalam Kompas.TV (23/03/2022).

Menanggapi kabar tersebut salah satu Akademisi Ilmu Pemerintahan mengatakan bahwa langkah partai PDIP secara konstitusi sudah benar terlepas apakah itu salah satu agenda setting politik menjelang pemilu dan pemilihan 2024 atau tidak.

“Konstitusi sudah jelas mengatur masa jabatan presiden dan wakil presiden, pasal 7 UUD 1945 sudah tegas dan terang benderang soal masa jabatan presiden dan wakil presiden yaitu presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun dan dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan,” tegas Yohanes Oci ketika dihubungi via telepon oleh awak media (23/03/2022).

Menanggapi perihal Partai PDIP menarik dukungan dari rencana Amandemen UUD 1945 kembali dirinya mengatakan bahwa PDIP secara politik takut kehilangan dukungan politik pada pemilu dan pemilihan pada tahun 2024 yang akan datang walaupun partai ini adalah gerbong politik nya Pak Jokowi.

“Ya, pasti partai PDIP juga punya hitungan politik sehingga mereka mainkan agenda setting agar tidak kehilangan dukungan menjelang pemilu dan pemilihan tahun dua ribu dua puluh empat nanti,” ujar orang yang sering dipanggil Bang Yo ini.

“Kan muncul pertanyaan yang terselip dalam pemikiran kita, ada maksud apa dibalik usulan perpanjangan masa jabatan presiden dan wakil presiden dan urgensi nya apa?. Ini harus dijelaskan secara konkret dan komperhensif oleh partai-partai yang mendukung perpanjangan masa jabatan presiden dan wakil presiden saat ini,” tutupnya.

Penulis Piter Bota

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top