DIDUGA PALSUKAN TANDA TANGAN MERVIN EDWARD PONTOH : KUASA HUKUM PERTANYAKAN SP3 POLDA SULAWESI UTARA DAN MINTA GELAR PERKARA.

IMG-20220611-WA0020.jpg

Klikozone. Com- Jakarta. Salah satu Nasabah Bank Mandiri bernama Mervin Edward Pontoh mempertanyakan dasar Polda Sulawesi Utara menghentikan penyelidikan atas kasus yang menimpah nya yang diduga bahwa Bank Mandiri Cabang Tahuna melakukan kejahatan perbankan dengan cara memanipulasi tanda tangan dari Bapak Mervin Edward Pontoh di surat perjanjian pada addendum surat perjanjian.

Mervin Edward Pontoh menjelaskan bahwa awal mula dirinya mengajukan pinjaman kredit ke Bank Mandiri Cabang Tahuna pada tahun 2013 dengan nominal sebesar 450 juta dengan nilai agunan kurang lebih tiga atau empat miliar rupiah sementara berjalannya waktu bahwa pada addendum pertama dan kedua dirinya tidak bermasalah sementara pada addendum ketiga dirinya menolak karena pihak Bank Mandiri Cabang Tahuna ingin mengubahnya menjadi kredit investasi.

“Memang saya ajukan pinjaman kredit pada tahun 2013 ke Bank Mandiri Cabang Tahuna nilainya sebesar empat ratus lima puluh juta dengan nilai agunan saya waktu itu sebesar kurang lebih tiga atau 4 miliar. Tapi berjalan nya waktu ada addendum pertama dan kedua dan itu tidak ada masalah tapi pada addendum yang ketiga ini saya tolak karena pihak Bank Mandiri ingin mengubahnya menjadi kredit investasi makanya saya tolak,” ujar Mervin Edward Pontoh saat Konferensi Pers di Kantor Hukum Rasman Arif Nasution di Jakarta Selatan (10/06/2022).

Dirinya diminta untuk melunasi utang dan jika tidak maka bank Mandiri menyita agunan yang menjadi jaminan sebagai persyaratan awal yang sudah disepakati antara dirinya dengan pihak Bank Mandiri akan tetapi pihak Bank Mandiri Cabang Tahuna bukan melakukan itu tapi mengambil semua uang tabungannya yang ada dalam rekeningnya.

“Saya diminta untuk melunasi semua utang itu dan jika tidak maka jaminan atau agunan saya disita dan itu mereka lakukan, tapi uang tabungan yang ada dalam rekening saya diambil semua oleh Bank Mandiri Cabang Tahuna sehingga saya tidak bisa membayarkan rekan kerja saya karena uang tabungan saya dah diambil semua oleh Bank dan ini sangat merugikan saya,” paparnya.

Marvin Edward Pontoh kini mendesak Polda Sulawesi Utara melalui Kuasa Hukumnya Rasman Arif Nasution saat konferensi Pers di Kantor Hukum Rasman Arif Nasution yang mendesak untuk dilakukannya gelar perkara karena dinilai adanya dugaan pemalsuan tanda tangan dari kliennya yang mana kasus tersebut sudah di SP3 oleh Polda Sulawesi Utara dan ini dinilai sangat ganjal sehingga dianggap perlu dilakukan gelar perkara guna menghadirkan fakta yang sebenarnya.

“Kami minta gelar perkara atas kasus ini. Pihak Polda Sulawesi Utara telah mengeluarkan SP3 atas kasus ini dan ini sangat merugikan Pak Mervin Edward Pontoh ini sebagai klien kami. Maka waktu itu saya datang kesana dan kasih surat untuk gelar perkara kasus ini tapi Polda Sulawesi Utara malah balas surat saya itu dengan Surat Pemberitahuan Perkembangan Pengaduan Masyarakat (SP3D) dan ini sangat tidak relevan dan tidak etis karena masih ada lakukan proses hukum selanjutnya,” tegas Rasman Arif Nasution selaku Kuasa Hukum korban saat Konferensi Pers di Kantornya (10/06/2022).

“Kami minta gelar perkara atas kasus ini karena kuat dugaan adanya indikasi pemalsuan tanda tangan dari Pak Mervin Edward Pontoh ini, lihat tanda tangan yang asli dan yang diduga dipalsukan itu sangat beda kan dan itu sangat beda sekali makanya kami minta gelar perkara ini kasus dan kami minta Mabes Polri menanggapi ini secara serius,” sambungnya.

Untuk menghadirkan fakta hukum dan keadilan bagi Mervin Edward Pontoh maka diharapkan Mabes Polri mendorong Polda Sulawesi Utara untuk membuka kembali kasus tersebut dan dilaksanakan gelar perkara sebab ini dinilai sebagai pertanggungjawaban publik terhadap profesionalitas kinerja perbankan dan pertanggungjawaban moral dan integritas kepolisian maka Mabes Polri dianggap perlu mendorong agar kasus ini dilaksanakan gelar perkara.

Penulis Piter Bota
Editor Ali Gulo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

scroll to top